UPACARA 17 AGUSTUS 2011

Dalam catatan sejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriyah, hal ini bukan merupakan suatu kebetulan akan tetapi kehendak dan kuasaNya-lah yang terjadi. Bung Karno, Sang Proklamator sebenarnya merencanakan proklamasi tanggal 18 Agustus namun karena desakan para pemuda untuk secepatnya memproklamasikan kemerdekaan di Rengasdengklok maka dengan tegas Bung Karno menyatakan bahwa tanggal 17 Agustus saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Menurut Mahfud MD tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan itu hanya terjadi 400 tahun sekali. "Dan sekarang, 17 Ramadhan dan 17 Agustus itu sama, ini adalah peristiwa yang istimewa.

Memperingati 17 Agustus 2011 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H kali ini warga peradilan ( PN Majene & PA Majene ) mengadakan upacara di Kantor Pengadilan Negeri Majene yang diikuti oleh Ketua PN & Ketua PA, segenap hakim, Panitera dan seluruh karyawan karyawatinya terasa hidmat didukung oleh suasana religi puasa ramadhan.

Muhammad Hasyim Ketua Pengadilan Negeri yang menjadi Pembina upacara dalam sambutan seragam dari Bupati Majene menyatakan bahwa peringatan ini seyogyanya tidak hanya dijadikan sebagai seremonial tahunan dan media silaturrahim semata akan tetapi hendaknya dijadikan sebagai media evaluasi, introspeksi serta renungan untuk meneguhkan komitmen serta integritas moral untuk tetap berupaya melanjutkan setiap bentuk perjuangan para pendahulu dalam spektrum dan dimensi yang berbeda.

Lebih lanjut dikatakan, dalam konteks kekinian semangat heroisme, patriotisme dan nasionalisme para pendahulu kita, mestinya dijadikan sebagai motivasi yang kuat untuk menghadapai beragam persoalan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama dalam landasan persatuan, kebersamaan dan solidaritas yang kokoh.

Sejalan dengan tema peringatan tahun ini " DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 KITA TINGKATKAN KESADARAN HIDUP DALAM KEBHINEKAAN UNTUK KOKOHNYA PERSATUAN NKRI, KITA SUKSESKANKEPEMINPINAN INDONESIA DALAM PORUM ASEAN UNTUK KOKOHNYA SOLIDARITAS ASEAN" kita harus menyadari bahwa akhir-akhir ini semangat dan kesadaraan ke-bhineka-an kita sedang diuji. Pada hari yang sama di Papua dikibarkan bendera Bintang Kejora, di Maluku ada RMS dan di berbagai wilayah Indonesia masih banyak yang tidak puas dengan pemerintah sehingga timbul berbagai bentuk anarkisme yang berujung pada menipis atau bahkan hampir menghilangkan nilai persatuan dalam kebhinekaan yang telah lama dibangun dalam tradisi, adat dan budaya.

Namun kita tidak boleh menyerah, setiap tantangan harus dihadapi dengan bijak, dengan terus melakukan perjuangan dalam bentuk pemikiran-pemikiran konsepsional, inovatif dan kreatif, dengan demikian kedepan Indonesian insya Allah akan lebih baik bukan hanya pada tingkat ASEAN tapi negara yang diperhitungkan dalam kancah dunia.

setelah upacara usai peserta upacara saling bersalaman.
Merdeka........... merdeka.......!!! (by Aby Aruf )