Kultum Jumat "Wasiat Setelah Ramadhan"

    

Majene, Jumat 05 Mei 2023 - Pada Ba'da Sholat Ashar Berjamaah Hari ini seluruh Civitas Pengadilan Agama Majene mengikuti Kegiatan Kultum Di Mushalla Baitul Hikmah Pengadilan Agama Majene. Yang Bertindak Sebagai Pemberi Kultum Pada Hari ini Adalah Kasubag Perencanaan TI dan Pelaporan Pengadilan Agama Majene Fahmiyandari, S.E., dengan Materi Kultum Wasiat Setelah Ramadhan.

Baru saja kita meninggalkan bulan suci Ramadhan, bulan yang indah tentunya bagi semuanya. Dan kita sekarang berada di bulan Syawal. Maka pada kesempatan kali ini ada tiga hal yang ingin kita sampaikan setelah kita melepas bersama bulan Ramadhan.

1. Bersyukur kepada Allah

Saya mengajak kepada diri sendiri dan juga para saudara sekalian untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas disempurnakannya ibadah kita.

Maka kalau bukan karena Allah, niscaya kita tidak bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sebagaimana mestinya. Maka kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat disempurnakan berbagai ibadah yang mulia di bulan Ramadhan seperti berpuasa yang wajib, kemudian shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

2. Meminta qobulul amal

Marilah kita bersama-sama meminta dengan sungguh-sungguh kepada Allah ‘Azza wa Jalla supaya Allah menerima amal ibadah yang sudah kita lakukan. Meminta qobulul amal. Karena amalan yang diterima itulah yang akan bermanfaat bagi kita di akhirat. Banyaknya amal yang kita lakukan selama di bulan Ramadhan, kalau tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka tidak bermanfaat bagi diri kita.

3. Memohon ampun kepada Allah

Hendaknya senantiasa memohon ampun kepada Allah dan beristighfar atas segala kekurangan yang ada. Bagaimanapun kita sudah berusaha melakukan amal shalih di bulan Ramadhan, berusaha semaksimal mungkin, sebanyak mungkin, seikhlas mungkin, tapi tentunya di sana ada kekurangan.

Maka pada kesempatan selanjutnya kita senantiasa beristighfar dan memohon kepada Allah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa kita dan menutupi kekurangan kita dan menerima amal ibadah kita meskipun penuh di dalamnya dengan kekurangan.

4. Istiqomah menjaga ketaatan

Istiqomah menjaga ketaatan setelah bulan Ramadhan ini. Jangan sampai seseorang hanya mendekatkan diri kepada Allah hanya di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala Dialah Rabb kita di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan yang lain.

Maka di bulan Syawal ini dan juga di bulan-bulan seterusnya, senantiasa kita menjaga amal ibadah dan ketaatan yang sudah kita lakukan.

Alhamdulillah.. di sana banyak amal-amal shalih, di sana banyak ibadah yang bisa di lakukan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ ﴿٩٩﴾

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr[15]: 99)

Jadi beribadah kepada Allah tidak dibatasi dengan bulan tertentu, dengan waktutertentu, dengan tempat tertentu, tetapi dibatasi dengan kematian. Kalau sudah mati, sudah.

انقطَعَ عمَلُهُ

“Terputus amalannya.”

Tapi selama nyawa ini masih dikandung badan, maka hendaklah kita terus menjaga istiqomah kita dan ketaatan kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla, menjaga shalat berjamaah, menjaga puasa, bersilaturahim, memiliki wirid berupa Al-Qur’an yang dibaca setiap hari, bersedekah, ini bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Tapi di bulan-bulan yang lain kita juga dituntut untuk istiqomah menjaga ketaatan kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla.